Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Sabtu, 22 November 2014

Penggunaan Tar Baturbara Pada Kosmetik Segera Dilarang di Taiwan


KaBeIn, Yeh Meng-yi dari Food and Drug Administration (FDA) mengatakan bahwa FDA akan melarang penggunaan tar batubara aditif dalam kosmetik mulai 1 Januari 2015, meraka mencatat bahwa menggunakan produk yang mengandung tar batubara untuk jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kanker.

Yeh mengatakan bahwa FDA menyusun kebijakan yang menyatakan bahwa semua produk kosmetik yang mengandung tar batubara tidak lagi diimpor, dibuat, dijual, atau diberikan kepada publik atau ditampilkan pada rak toko setelah 1 Januari 2015.

Menurut Yeh, tar batubara dianggap sebagai bahan obat yang digunakan dalam pemasaran produk kepada orang-orang yang menderita psoriasis, eksim dan gatal kulit. Tar batubara aditif dikatakan untuk mengurangi rasa gatal dan peradangan.

Yeh mengatakan bahwa Uni Eropa dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara telah melarang penggunaan tar batubara dalam kosmetik. Di Amerika Serikat, hanya dokter yang dapat meresepkan obat yang mengandung tar batubara aditif,.

Yeh mengatakan tar batubara tidak tercantum sebagai salah satu aditif yang dilarang di Taiwan, sehingga beberapa produsen telah mengambil keuntungan dari celah ini untuk menggunakan tar batubara pada produk sampo atau kosmetik yang diiklankan sebagai anti-ketombe dan penyembuh gatal.

Yen Tsung-hai, seorang ahli toksikologi di Chang Gung Memorial Hospital, mengatakan bahwa tar batubara digunakan dalam kosmetik untuk pewarna buatan.
Menurut Ye, tar batubara juga dapat ditemukan dalam produk anti-kerut.

Menurut Yeh, penelitian menunjukkan bahwa metabolit dari tar batubara, aromatik hidrokarbon polisiklik, bersifat karsinogenik. Yeh mengatakan bahwa menggunakan produk yang mengandung tar batubara setiap hari dapat menyebabkan kanker.

FDA mengadakan dua konferensi membahas larangan tar batubara dengan para ahli dan ilmuwan di tahun ini dan tahun lalu. Yeh mengatakan bahwa telah dicapai kesepakatan tentang larangan tar batubara dalam produk kosmetik selama dua konferensi.

Yeh mengatakan bahwa jika tidak ada keberatan selama periode tujuh hari setelah pengumuman kemarin, larangan tar batubara dijadwalkan akan berlaku pada 2015. Yeh mencatat bahwa jika produsen masih menggunakan tar batubara dalam produk kosmetik setelah larangan, pelanggar akan dijatuhi hukuman penjara kurang dari satu tahun atau denda yang tinggi.(asiaone)