Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Jumat, 28 November 2014

Penelitian: Minuman Energi Ternyata Mempercepat Kontraksi Jantung


KaBeIn, Kontroversi atas minuman berenergi merebak baru-baru ini setelah ada pernyataan yang dirilis oleh sekelompok ahli radiologi yang menetapkan bahwa konsumsi minuman berenergi menyebabkan peningkatan tingkat kontraksi jantung.

"Kami telah menunjukkan bahwa konsumsi minuman energi memiliki dampak jangka pendek pada kontraktilitas jantung," kata Dr Jonas Dorner dalam sebuah pernyataan yang dirilis oleh Radiological Society of North America.

Sebuah laporan tahun 2013 oleh Substance Abuse and Mental Health Services Administration menemukan bahwa angka terjadinya ER terkait dengan konsumsi minuman berenergi hampir dua kali lipat sejak tahun 2007, dengan 20.783 pasien yang dirawat pada tahun 2011.


Para peneliti menguji efek dari minuman berenergi pada liver dalam sebuah penelitian kecil yang melibatkan 18 pria dan wanita. Setiap peserta menjalani MRI jantung satu jam sebelum mengkonsumsi minuman energi. Kemudian mereka menjalani MRI kedua satu jam setelah mengkonsumsi minuman energi yang mengandung 400 miligram taurin dan 32 miligram kafein, dua bahan utama minuman berenergi.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa satu jam setelah minum, peserta mengalami tingkat kontraksi jantung meningkat signifikan dalam ventrikel kiri. Ventrikel kiri memompa darah ke aorta, yang kemudian mendistribusikannya ke seluruh tubuh.

Penelitian tersebut menggunakan sampel empat minuman berenergi yang paling populer untuk mengetahui apakah minuman tersebut layak untuk diminum. Para peneliti tidak menemukan minuman berenergi yang layak untuk diminum.

Mereka tetap menemukan perbedaan yang signifikan dalam denyut jantung, tekanan darah, atau jumlah darah yang dipompa dari ventrikel kiri setelah mengkonsumsi minuman berenergi.

Dr. Dorner dan timnya menekankan bahwa konsumsi minuman energi menyebabkan efek samping jantung jangka pendek, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan berapa lama efek dari minuman berenergi tersebut. Mereka juga mendesak orang-orang dengan aritmia jantung untuk menghindari minuman ini karena "perubahan kontraktilitas bisa memicu aritmia."

(Baca Juga: Tempat Umum Berikut Ini Ternyata Sarang Penyakit!)

Sejak tahun lalu FDA telah menyelidiki laporan penyakit, cedera, atau kematian orang setelah mengkonsumsi minuman berenergi, termasuk seorang gadis berusia 14 tahun dari Maryland yang meninggal pada Desember 2011 karena serangan jantung setelah menenggak dua kaleng besar minuman paling populer di Amerika.

Setelah pernyataan ini dirilis, Monster Beverage Corporation (perusahaan minuman berenergi) merilis respon yang menegaskan temuan itu "sangat menyesatkan." Mereka menyatakan "Makalah ini tidak memberikan informasi baru dan menegaskan apa yang para ilmuwan telah temukan selama puluhan tahun. Taurin membantu fungsi jantung secara efisien dengan meningkatkan kekuatan memompa jantung tanpa perubahan tekanan darah atau denyut jantung. "

Penelitian saat ini masih berlangsung. Hasil akan dipresentasikan pada pertemuan tahunan Radiological Society di Amerika Utara.

Jadi menurut Anda mana yang benar? Banyak artikel yang kita temui mendukung temuan penelitian tersebut, yakni minuman berenergi sangat tidak sehat!
(sumber artikel dari washingtonian.com yang kemudian dikutip oleh healthdigezt)