Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Senin, 10 November 2014

Obama Mengundang Jokowi ke Washington


KaBeIn, Presiden AS Barack Obama mengundang Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) untuk mengunjungi Washington guna membahas kerjasama lebih lanjut antara kedua negara.

"Saya senang bertemu Bapak Presiden dan saya berharap kita bisa memperkuat kerjasama kami serta hubungan pribadi," katanya.

Presiden AS juga mengucapkan selamat kepada Jokowi atas pelantikannya sebagai Presiden Indonesia ketujuh pada tanggal 20 Oktober 2014.

Sebagai tanggapan, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih atas kehadiran Menteri Luar Negeri AS John Kerry pada pelantikan presiden.

Obama bukan satu-satunya kepala pemerintahan yang telah mengundang Presiden Jokowi untuk mengunjungi negaranya.

Presiden Vietnam Truong Tan Sang, selama pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi, juga memperpanjang undangan kepadanya.

Dia menyatakan harapan bahwa Presiden Jokowi dan Ibu Iriana Joko Widodo agar dapat mengunjungi Vietnam dalam waktu dekat.

Pada hari ketiga kunjungannya ke Beijing, Jokowi mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri China Li Keqiang, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, Presiden AS Barack Obama, Presiden Vietnam Truong Tan Sang, dan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Sebelumnya, di APEC Summits CEO Forum, Jokowi menawarkan peluang investasi kepada perusahaan asing di sektor infrastruktur.

"Kami memiliki anggaran yang terbatas dan oleh karena itu kami menawarkan peluang investasi kepada peserta APEC CEO Summits Forum untuk berinvestasi di sektor infrastruktur di Indonesia," Jokowi mengumumkan selama presentasi.

Kepala Indonesia negara mengatakan bahwa dari Rp433.5 triliun disisihkan sebagai subsidi dalam RAPBN 2015, Rp363.5 triliun akan dialokasikan untuk subsidi energi dan Rp70 triliun untuk subsidi non-energi.

sumber foto: antara
Jokowi menunjukkan bahwa anggaran untuk subsidi akan dialokasikan untuk irigasi, untuk penyediaan ketentuan seperti perahu nelayan dan unit penyimpanan dingin untuk nelayan, dan untuk mikro, sektor usaha kecil dan menengah.

"Subsidi adalah untuk semua kegiatan produktif, bukan untuk yang konsumtif sedangkan sisa anggaran akan digunakan di sektor pendidikan dan infrastruktur," kata Presiden Jokowi.

Dia mendorong perusahaan asing untuk berinvestasi di Indonesia karena negara berencana untuk membangun setidaknya 24 pelabuhan dan pelabuhan laut dalam lima tahun ke depan untuk mendukung arus barang dan jasa.

"Salah satunya adalah Pelabuhan Tanjung Priok, yang memiliki kapasitas untuk menangani kegiatan senilai US $ 3,6 miliar pada 2009. Pada 2017, pelabuhan ini diproyeksikan untuk menangani  kegiatan senilai US $ 15 miliar," Jokowi menegaskan.

Dia menunjukkan bahwa port dan pelabuhan laut akan dibangun di beberapa daerah di Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, di samping rel kereta api di kepulauan ini.

Presiden Jokowi juga mengatakan bahwa Indonesia sedang mengembangkan sistem transportasi mass rapid dan akan terus melakukannya di enam kota besar yaitu Jakarta, Medan, Makassar, Semarang, Bandung, dan Surabaya.

"Dengan demikian, investor akan memiliki kesempatan besar untuk berinvestasi di sektor-sektor di Indonesia," kata Jokowi. (antara)