Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Jumat, 07 November 2014

Joko Widodo: Indonesia Bisa Hentikan Impor Beras dalam Dua Tahun


KaBeIn, Thailand dan negara-negara pengekspor beras lainnya mungkin akan menghadapi penurunan pengiriman beras ke Indonesia dalam beberapa tahun jika rencana Presiden Joko Widodo dalam membangun bendungan irigasi baru di berbagai wilayah ini terwujud.

Sejauh ini Indonesia telah mengimpor beras terutama dari Thailand, India, Vietnam, dan Myanmar dengan Thailand menjadi pemasok beras terbesar untuk Indonesia.

Ketika mendedikasikan sistem renovasi irigasi di desa Talumae di Sulawesi Selatan, Rabu (5 November), Presiden Joko 'Jokowi' Widodo mengatakan pemerintah akan berusaha keras untuk meningkatkan produksi beras di Indonesia sehingga tidak lagi harus mengimpor komoditas  dalam waktu dua atau tiga tahun.

"Kami berharap bahwa kita akan melihat produksi padi melimpah dalam tiga tahun dan akan menjadi beras mandiri," Presiden mengatakan kepada para pendengarnya termasuk pejabat tinggi seperti Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo.

Jokowi mengatakan dalam upacara peresmian bahwa pemerintah akan membangun 25-30 bendungan irigasi dalam lima tahun ke depan. Pembangunan 11 dari mereka akan dimulai tahun depan, diikuti oleh lima di Januari mendatang dan Februari.

Presiden Joko Widodo
Lima dari 11 proyek akan berlokasi di Aceh, Banten, Sulawesi Utara, Jawa Tengah, dan Nusa Tenggara Barat, Kata Presiden seperti dikutip Harian Kompas, Rabu (5 November).

"Jika peningkatan produksi beras lokal dua tahun setelah bendungan mulai beroperasi, impor beras bisa dihentikan," kata Jokowi.

(Baca Juga: Susi Pudjiastuti: Kami Memiliki 70 Kapal Patroli, Tapi Hanya 10 yang Beroperasi)

Indonesia memiliki 11 provinsi penghasil beras utama termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Selatan.

Lagi-lagi Jokowi mengatakan, juga selama kampanye presiden, bahwa Indonesia juga harus menghentikan impor kedelai, sayuran, buah-buahan, daging dan ikan, antara lain.