Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Jumat, 07 November 2014

Indonesia Tawarkan Kunjungan Singkat Bebas Visa Kepada 5 Negara Target Wisatawan Mulai bulan Januari


KaBeIn, Orang asing dari Cina, Jepang, Korea Selatan, Rusia dan Australia akan segera dapat mengunjungi Indonesia tanpa visa jika mereka ingin tinggal di Indonesia tidak lebih dari 30 hari, kata Menteri Koordinator Kemaritiman Indroyono Soesilo, Rabu (05/11 / 2014).

"Kami telah sepakat untuk memperpanjang kunjungan jangka pendek bebas visa bagi lima negara yang adalah target pasar utama wisata kami," kata Indroyono kepada wartawan setelah pertemuan dengan para menteri di bawah koordinasinya, seperti dikutip dari Kompas.com.

Sampai saat ini, Indonesia telah  menawarkan kunjungan jangka pendek bebas visa untuk wisatawan dari 15 negara dan wilayah yaitu Brunei Darussalam, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, Kamboja, Myanmar, Laos, Chile, Hongkong, Macau, Maroko, Peru, dan Turki.

(photo: kompas.com)
Indroyono mengatakan bahwa dengan memperluas kunjungan jangka pendek bebas visa bagi lima negara tersebut, Indonesia bisa menerima tambahan 450,000-500,000 pengunjung per tahun. "Harus diakui, kebijakan bebas visa dapat menyebabkan kita kehilangan 25 dolar per pengunjung," katanya. Jika demikian, kerugian total bisa mencapai US $ 11.250.000, tambahnya.

Namun, ia menambahkan, "jika salah satu dari 450.000 pengunjung menghabiskan US $ 1.200 rata-rata selama mereka tinggal di Indonesia, negara bisa menghasilkan sekitar US $ 540 juta dari mereka semua."

Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan kebijakan kunjungan jangka pendek bebas visa ditargetkan akan diterbitkan pada bulan Januari mendatang.

Arief lebih lanjut mengatakan bahwa tambahan 500.000 pengunjung adalah jumlah yang besar. Sejauh ini, kenaikan tahunan pendatang baru selalu di bawah satu juta, tambahnya.

"Jadi 500.000 adalah jumlah yang besar. Kunjungan jangka pendek bebas visa dapat berfungsi sebagai langkah cerdas untuk meningkatkan jumlah wisatawan asing, "kata Arief.

Jumlah kunjungan wisman ke Indonesia diproyeksikan sebesar 9,5 juta orang di sepanjang tahun 2014, naik dari 8,8 juta orang pada tahun 2013, 8 juta orang pada tahun 2012, dan 7,6 juta orang pada tahun 2011.

(Baca Juga: Indonesia Bisa Hentikan Impor Beras Dua Tahun Mendatang)

Arief juga mengatakan bahwa ini kunjungan jangka pendek bebas visa merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk menunjukkan bahwa negara ini sangat bertekad untuk memikat lebih banyak wisatawan.

Menteri juga mengingatkan bahwa negara-negara lain, seperti Malaysia dan Singapura, juga menawarkan kunjungan jangka pendek bebas visa. Itulah alasan mengapa jumlah wisatawan yang berkunjung ke negara-negara tersebut telah meningkat pesat, katanya.

Pemerintah Presiden Joko Widodo telah menetapkan target membawa 20 juta wisatawan per tahun pada 2019, kata Kompas.com.