Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Sabtu, 22 November 2014

Anak Indonesia Masih Banyak yang Mengalami Pertumbuhan Terhambat


KaBeIn, Meskipun prestasi di Indonesia menjadi 10 ekonomi terbesar di dunia, negara ini masih berjuang untuk memberikan nutrisi memadai pada usia anak, dengan jumlah anak yang menderita gangguan pertumbuhan yang masih tinggi.

"Sepertiga dari anak-anak di Indonesia menderita pertumbuhan terhambat," Iing Mursalin, spesialis kesehatan dan gizi dari Millennium Challenge Account (MCA) Indonesia, kepada The Jakarta Post pada hari Jumat 21 November 2014.

Menurut data UNICEF tahun 2013, Indonesia menempati urutan kelima di antara negara-negara dengan jumlah anak-anak yang mengalami pertumbuhan terhambat tertinggi di seluruh dunia.


Jumlah anak-anak dengan pertumbuhan terhambat mencapai 7,6 juta pada tahun 2013 secara global.

Angka itu mengkhawatirkan karena menunjukkan bahwa beberapa anak di Indonesia menderita kekurangan gizi kronis untuk jangka waktu yang lama.

"Sumatera Utara merupakan salah satu yang tertinggi tingkat rata-rata anak terhambat di Indonesia," katanya, mengutip data yang dikumpulkan oleh WHO pada tahun 2010.

Sementara itu, ia mengatakan bahwa Yogyakarta adalah provinsi dengan prevalensi terendah anak-anak yang menderita pertumbuhan terhambat.

Selain itu, Communications and Outreach Director MCA, Farah Amini, mengatakan bahwa 30 persen anak-anak Indonesia dengan pertumbuhan terhambat berasal dari keluarga kelas menengah.

"Ini menunjukkan bahwa ada beberapa masalah dengan gaya hidup kita dan gaya pengasuhan," katanya.

Iing setuju dengan Farah, mengatakan bahwa kebanyakan orang di Indonesia memprioritaskan orang tua untuk lebih dulu mengkonsumi makanan terbaik lebih dulu daripada anak-anak.

"Nilai-nilai budaya adalah salah satu hal yang mengganggu penyerapan nutrisi ibu hamil dan anak-anak, terutama di keluarga miskin," kata Iing.