Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Minggu, 09 November 2014

10 Fakta Lengkap Virus Ebola yang Sebaiknya Anda Tahu Sekarang Juga


KaBeIn, Virus Ebola pertama kali dilaporkan dari negara Afrika, Sudan. Infeksi virus ini telah menjadi salah satu penyakit yang paling ditakuti di dunia akhir-akhir ini. Potensi merusak dari virus ini sangat tinggi dengan hampir 80% dari korban dilaporkan meninggal. Virus ini memiliki potensi untuk menginfeksi jutaan orang di seluruh dunia jika langkah-langkah pemeriksaan yang tepat tidak diadopsi oleh negara-negara dunia.

Ketahui Tentang Ebola
Penyakit virus Ebola sebelumnya dikenal sebagai Ebola Dengue dan disebabkan oleh virus famili dari Filoviridae. Ini adalah penyakit yang diketahui menyebar dari hewan ke manusia. RNA virus menginfeksi binatang liar seperti gorila, monyet, simpanse dan kelelawar buah dan juga bisa menyebar ke manusia. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, penyakit ini ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh seperti darah, cairan dan organ hewan atau orang yang terinfeksi. Mendatangi tempat-tempat yang sedang terjangkit virus ini sangat mungkin ikut terkena infeksi.

Gejala Awal
Gejala awal dapat muncul satu minggu setelah virus menginfeksi tubuh Anda. Gejala termasuk sakit kepala, demam, ruam, mual, nyeri perut, muntah, sakit badan, batuk, dll. Sulit untuk mengidentifikasi penyakit ini pada tahap awal karena gejala awal mirip dengan gejala penyakit lain. Diagnosis biasanya dibuat berdasarkan tes antibodi terhadap DNA virus dan Ebola.

Kondisi Setelah Gejala
Beberapa hari setelah pasien mengalami gejala awal, kemudian akan mengalami gejala berikutnya seperti: gangguan hati dan fungsi ginjal, mata kemerahan karena perdarahan internal dan eksternal, muntah darah dan diare berdarah, dll.  Pasien mungkin mengalami kerusakan kardiovaskular dan kemudian meninggal.

Siapa yang Berisiko?
Orang-orang dengan risiko tinggi infeksi Ebola adalah anggota keluarga dari orang yang terinfeksi dan petugas kesehatan yang berada dalam kontak dekat dengan orang yang terinfeksi dan pelayat dari orang yang meninggal yang memiliki kontak langsung dengan tubuh. Orang-orang yang menangani daging dari hewan yang terinfeksi juga berisiko terpapar virus.

Negara yang Terkena Wabah Virus
Wabah virus Ebola terbesar dilaporkan berada pada negara-negara Afrika Barat. Negara-negara Afrika seperti Guinea, Sierra Leone, Nigeria dan Libya juga telah melaporkan lebih dari 1.600 kasus Ebola hingga Agustus 2014. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit menyarankan untuk menghindari semua perjalanan yang tidak penting ke negara-negara Afrika Barat.

Berikut ini adalah beberapa fakta yang paling penting yang harus Anda tahu tentang virus Ebola yang mematikan.

1. Ebola Memiliki Resiko Kematian Tinggi
Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia, orang yang terkena virus Ebola harus rela untuk menghadapi kemungkinan terburuk seperti kematian. Dari total 1.711 kasus yang telah dilaporkan saat ini, 932 orang berakhir dengan kematian. Semua kematian ini telah dikonfirmasi di Afrika. Ada kemungkinan bahwa warga negara asing yang telah mengunjungi Afrika di bulan terakhir juga bisa menjadi pembawa virus mematikan ini.

Bahkan tenaga kesehatan yang merawat pasien penderita Ebola ikut terinfeksi virus karena kontak kulit. Dr. Sheik Umar Khan kepala pengobatan virus Ebola di Sierra Leone dan Dr. Samuel Brisbane, kepala pengobatan virus Ebola di Liberia telah meninggal baru-baru ini karena mengobati pasien Ebola. Jadi, virus Ebola adalah virus fatal dan mematikan.

2. Belum Ada vaksin Untuk Mencegah Ebola
Vaksin untuk mencegah infeksi Ebola belum diuji pada manusia. Alasan utama di balik ini adalah bahwa tidak ada orang yang bersedia untuk dijadikan 'kelinci pecobaan'. Vaksin yang telah dikembangkan sejauh ini sangat efektif dalam mencegah infeksi Ebola pada hewan. Penelitian tentang kera belum dilakukan secara progresif, karena penyuntikan pada kera dibatasi untuk mencegah kepunahakan kera.

3. Tidak ada Obat Untuk Ebola
Saat ini, tidak ada obat untuk penyakit Ebola. Pengobatan terbaik yang dapat diberikan kepada penderita Ebola adalah perawatan intensif yang didukung oleh tenaga kesehatan. Ini hanya dapat diberikan kepada pasien di rumah sakit di bawah prosedur yang ketat. Seorang petugas kesehatan disarankan untuk menutup kepala sampai kaki ketika berhadapan dengan penderita. Virus Ebola bisa menular hanya dengan kontak kulit.

4. Ada Harapan, Obat Untuk Ebola Dalam Pengembangan
Ada obat yang dikenal sebagai ZMapp yang dikembangkan pada tahun 2014 yang saat ini sedang digunakan untuk mengobati beberapa petugas kesehatan Amerika yang terinfeksi oleh virus Ebola yang didapat saat mereka tinggal di Liberia. Obat ini merupakan obat berbasis antibodi yang dihasilkan dari tanaman. Tidak ada teori eksperimental untuk membuktikan efektivitasnya pada Ebola serta apakah obat ini aman bagi manusia atau tidak..

5. Turis yang Mengunjungi Negara Terinfeksi Berisiko Rendah
Jika Anda mengunjungi negara yang terkena dampak virus Ebola seperti Liberia, Sierra Leone, Nigeria atau Guinea, maka risiko bahwa Anda juga akan terinfeksi virus Ebola sangat rendah. Risiko Anda terinfeksi Ebola yang mematikan sangat rendah, bahkan jika Anda kebetulan mengunjungi daerah-daerah lokal di mana kasus pertama Ebola dilaporkan. Tapi, lebih baik berhati-hati dan mencoba untuk menghindari mengunjungi kesana jika benar-benar tidak diperlukan.

6. Rata-rata Kematian Sangat Tinggi
Jika Anda kebetulan untuk terinfeksi virus Ebola, maka virus tersebut berkembang biak sangat cepat, ada sekitar 100 juta partikel virus dalam setetes darah. Ini tidak sama dengan virus mematikan lainnya seperti HIV yang tetap aktif di dalam tubuh seseorang tanpa menyebabkan gejala atau penyakit. Virus Ebola memiliki kecenderungan untuk berpindah antar sel dalam waktu singkat. Virus ini juga memiliki kecenderungan untuk membunuh tuan rumah dan mencoba menemukan tuan yang baru untuk dijangkiti. Tingkat kematian penyakit Ebola adalah 60%. Seseorang yang terinfeksi penyakit Ebola dapat mati dalam waktu seminggu.

7. Ebola Menyerang Semua Bagian Tubuh
Virus Ebola hanya membutuhkan sel inang untuk memperbanyak menjadi jutaan salinan dan tidak membutuhkan jenis tertentu dari sel untuk berkembang biak. Ia melakukan pekerjaan melipatgandakan pada setiap sel tubuh yang dimasuki. Virus ini menginfeksi hampir semua bagian tubuh kecuali tulang dan rangka otot. Wilayah sasaran yang paling disenangi virus Ebola adalah jaringan ikat tubuh manusia yang memegang peranan penting pada organ di area tersebut.

(Baca Juga: Cara Permanen Menghilangkan Rambut di Wajah, Kaki dan Tangan)

8. Mengganggu Sistem Kekebalan
VP35 dalam permukaan luar virus Ebola menyebabkan gangguan parah pada sistem kekebalan tubuh manusia yang terinfeksi. Menyebabkan gangguan pada fungsi komponen penting dari sistem kekebalan tubuh dan juga akan membatasi sementara pergerakan sel darah. Virus juga akan memanfaatkan molekul yang dilepaskan oleh sistem kekebalan tubuh untuk menghancurkan sistem pembuluh darah dan meningkatkan pembentukan darah beku.

9. Melemahkan Sistem Vaskular
Virion baru yang terbentuk dalam sel inang akan bergerak di luar sel untuk mempengaruhi sel-sel tetangga lainnya. Sel inang akan segera melepaskan diri dari sel tetangganya dan akan segera kehilangan kontak dengan membran di mana ia sedang beristirahat. Sel inang akan mendapatkan destabilisasi partikel virus baru dan ini akan menyebabkan banyak kehilangan darah yang akan mengakibatkan kematian fatal.

10. Menghindari Infeksi
Berikut ini adalah cara-cara menghindari infeksi virus Ebola

-  Para pekerja kesehatan harus mengikuti pedoman pengendalian infeksi yang direkomendasikan oleh WHO secara ketat ketika mereka melakukan perjalanan ke daerah-daerah yang terkena Ebola serta pasien Ebola yang mereka obati.
- Bagi wisatawan untuk ekstra hati-hati ketika mengunjungi negara-negara yang telah terinfeksi oleh Ebola.
- Anda tidak harus membesuk pasien yang telah terkena penyakit Ebola.
- Jika Anda telah tinggal di daerah di mana ada laporan Ebola, maka Anda harus mengetahui gejala yang berhubungan dengan penyakit ini. Jika Anda merasakan gejala seperti itu, maka Anda tidak perlu ragu untuk mencari bantuan medis segera.
- Dianjurkan bagi Anda untuk mencari penanganan medis segera jika Anda pernah kontak langsung dengan orang dari Afrika Barat dengan gejala batuk, demam dan muntah.