Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Rabu, 10 September 2014

Mengenal Yak, Banteng Liar dan Unik dari Tibet


KaBeIn, Yak adalah banteng liar dari Asia. Binatang ini bisa bertahan dalam hawa dingin dan dataran tinggi kering di Tibet. Yaks bisa hidup di ketinggian lebih dari 16.000 kaki (4.870 meter) di atas permukaan laut.

Binatang paling aneh di dunia
Meskipun besar dan berat, Yak sangat gesit (Photo by Lynn M. Stone, Animals Animals)
Tinggi Yak liar bisa mencapai lebih dari 6 kaki (1,8 meter) sampai ke bahu. Tapi anehnya, binatang ini mempunyai kepala rendah dengan hidung nyaris menyentuh tanah. Berat Yak bisa mencapai antara 1.100 sampai 1.200 pound (499-544 kilogram). Tubuh Yak ditutupi dengan rambut hitam atau hitam kecoklatan. Rambut yang panjang dan halus ada pada bagian bahu, panggul, dan ekor.

Yak ini tangkas meskipun badannya berat. Binatang ini dapat meluncur menuruni lereng es dan menyeberangi slide batu terjal. Yak juga dapat berenang di sungai yang deras. Binatang ini sangat berbahaya ketika sedang marah, biasanya ketika dia diganggu. Tapi sayang, perburuan dan pembantaian massal membuat Yak liar terancam punah.

Yak Lokal
Yak lokal sering disebut juga sapi mendengkur karena suara binatang ini mirip suara orang ketika mendengkur. Yak lokal merupakan hasil kawin silang, sehingga warnanya juga bervariasi, ada yang putih atau belang-belang, bukan hitam seperti Yak liar.

Yak lokal ini lebih kecil dan lebih jinak daripada Yak liar. Yak lokal biasanya digunakkan untuk menarik atau membawa benda berat, hewan ini dapat membawa beban berat sejauh 20 mil (32 kilometer) sehari.

Di Tibet, Yak lokal digunakan untuk membawa wisatawan. Hewan ini juga diambil susu, daging, dan bulu-bulunya (rambut).
Rambut Yak yang lebih lembut digunakan untuk membuat kain. Rambut kasar digunakan untuk tikar dan penutup tenda, sadel, cambuk, sepatu bot, dan barang lainnya.