Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Kamis, 11 September 2014

Fakta dan Sejarah Kota Yangon, Myanmar


KaBeIn, Yangon merupakan kota terbesar di Myanmar. Sekitar 5 juta orang tinggal di kota ini. Yangon  juga menjadi pelabuhan utama negara itu dan sebagai pusat industri. Yangon (juga dieja Rangoon) terletak di selatan Myanmar di kedua tepi Sungai Yangon, sekitar 32 kilometer utara Teluk Martaban

Pagoda Shwe Dagon pagoda adalah yang paling terkenal dari ribuan kuil Buddha di Myanmar. Pagoda di Yangon ini menjadi yang terbesar di negara itu.
(Photo by Steve Vidler, Tony Batu Images)
Kota Yangon memiliki banyak kuil Buddha. Yang paling terkenal adalah Pagoda Shwe Dagon, yang berasal dari zaman kuno. Kota ini memiliki sebuah museum nasional dan sejumlah taman dan danau. Disini juga terdapat dua kampus besar, yakni Universitas Yangon dan Yangon Technological University.

Industri di kota ini meliputi pembuatan kapal, penyulingan minyak, dan penggilingan beras dan kayu. Beras dan kayu jati menjadi komoditi ekspor utama kota Yangon. Pabrik -pabrik di kota Yangon juga memproduksi tembikar dan kain sutra.

Pada tahun 500M, pemukiman yang disebut Dagon menduduki wilayah yang sekarang dikenal dengan Yangon. Dagon adalah sebuah kota kecil sampai tahun 1750-an, ketika Alaungpaya, raja Burma, mendirikan kota dan menamainya Yangon.

Inggris menduduki Yangon pada tahun 1825 selama perang Anglo-Burman pertama, tetapi mereka tidak menempati kota sampai setelah perang Anglo-Burman kedua di tahun 1852. Api menghancurkan Yangon pada tahun 1851, tetapi kota itu segera dibangun kembali. Yangon tetap berada di bawah pendudukan Inggris hingga Jepang mengusir mereka selama Perang Dunia II.

Pada tahun 1948, Myanmar -kemudian disebut Burma- merdeka. Yangon, yang menjadi ibukota kolonial, menjadi ibukota negara baru. Pada tahun 2006, pemerintah Myanmar membuat ibukota baru di tengah negara yang disebut Naypyidaw.

Pada bulan Mei 2008, Topan Nargis menghantam pantai Myanmar dekat Yangon, menyebabkan sejumlah besar kerusakan. Topan tersebut menewaskan sekitar 140.000 orang.