Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Rabu, 24 September 2014

Cara Mengolah Daging Jeroan dengan Benar


KaBeIn, Bila di negara barat jeroan hewan potong langsung dibuang karena dianggap kotor, jijik atau berkolesterol tinggi, tapi tidak di Indonesia. Di sini jeroan diolah menjadi kuliner khas. Daging jeroan yang sering dikonsumsi seperti usus, hati, ginjal, dan paru dari hewan kambing, kerbau atau sapi.

Jangan masukkan jeroan saat air mendidih
Mengolah jeroan tentu berbeda dengan mengolah daging, karena dalam jeroan terdapat banyak kotoran dan bau prengus, maka diperlukan pembersihan dan cara masak yang benar.

Berikut ini cara mengolah daging jeroan agar tidak berbau menurut Aulia Rohman pengusaha kuliner Rabeg khas Banten seperti dilansir laman vemale.com:

Pertama-tama daging dibersihkan sampai benar-benar bersih, kemudian masukkan ke panci berisi air dingin atau air dengan temperatur normal, baru kemudian nyalakan kompor. Jadi rahasianya, jangan masukan jeroan saat air mendidih, itu malah membuat jeroan berbau tidak sedap.

Setelah dimasukan kedalam panci berisi air dingin, nyalakan kompor dengan  api besar selama kurang lebih 10 menit. Selama memanaskan jeroan, buang buih-buih yang muncul ke permukaan air. Buih tersebut adalah sisa kotoran yang terangkat. Untuk menambahkan aroma rempah pada jeroan, tambahkan lengkuas dan daun salam saat merebus jeroan.

Mudah bukan? Jadi jika Anda tidak menyukai jeroan hanya karena aromanya saja, dengan tips ini Anda tidak akan mendapati aroma berbau yang khas pada jeroan. Selamat mencoba.