Pusat Arsip Informasi KANTOR BERITA INDONESIA

Senin, 08 September 2014

7 Tempat yang Harus Dikunjungi Ketika Berada di Alun-alun Utara Surakarta


KaBeIn, Alun-alun merupakan bagian penting dari sebuah kraton, bergitu juga dengan Kraton Surakarta Hadiningrat, keraton ini juga  memiliki dua alun-alun yang terletak di ujung utara dan selatan.

Seorang pengrajin wayang sedang mengerjakan pembuatan wayang kulit di Balai Agung Kerajinan Wayang Kulit Kraton (Photo by Halim Santoso / JakPost Travel)
Rumput luas dan pohon beringin besar seperti pintu masuk besar yang akan menyambut pengunjung ke Kraton Surakarta. Hal inilah yang merupakan menjadi daya tarik tersendiri.

Beberapa orang mengatakan Sultan Hamengkubuwono menyalin desain ketika ia membangun alun-alun di Yogyakarta setelah memutuskan untuk berpisah dari Surakarta dan membangun kraton baru, Kraton Yogyakarta Hadiningrat.

Alun-alun utara Surakarta bisa dibilang lebih menarik daripada alun-alun selatan karena dekat dengan Museum Kraton Surakarta dan Pasar Klewer. Selain dua tujuan populer ini, ada bermacam-macam objek wisata menarik untuk dikunjungi di dekatnya. Berikut ini tempat-tempat tersebut, seperti dikutip dari The Jakarta Post

1. Pasar Batu Mulia
Setelah memasuki pintu gerbang besar di Gladag di Jl. Slamet Riyadi, Anda akan disambut oleh tiga gerbang prasasti dan beberapa pohon beringin yang lebat. Berjalanlah searah jarum jam Anda akan menemukan Pasar Batu Mulia yang terdiri dari puluhan kios yang berjajar rapi di sebuah paviliun terbuka yang besar.

Selain permata seperti batu Akik, berlian, kalung mutiara, tasbih dan batu jimat, Anda juga akan menemukan pedagang yang menjual berbagai kayu dan akar pohon dengan harga mahal karena dipercaya mempunyai kekuatan magis.

2. Balai Agung Kerajinan Wayang Kulit Kraton
Di sisi kiri Pasar Batu Mulia, Anda akan menemukan tempat yang tidak kalah menarik. Seperti namanya, Balai Agung Kerajinan Wayang Kulit Kraton adalah tempat di mana wayang diciptakan dari kulit kerbau. Pengunjung dapat duduk dan mengamati proses ini secara gratis!

Karakter wayang kulit yang dibuat menggunakan detail ukiran sesuai dengan karakter mereka. Misalnya untuk karakter raja, pengrajin akan menggunakan pola ukiran rumit yang disebut Lereng dan parang, sementara pola sederhana disebut kawung disediakan untuk karakter Punakawan.

Biasanya karakter wayang kecil, seperti Puntadewa dan Janaka, dapat dibuat dalam lima sampai tujuh hari, sedangkan yang lebih besar seperti Raksasa dan gunungan membutuhkan waktu pengerjaan satu sampai dua minggu.

Saat ini, Balai Agung menerima pesanan wayang kulit untuk pertunjukan dan souvenir, dengan harga mulai Rp 300.000 hingga Rp 3,5 juta tergantung ukuran dan kustomisasi.

3. Pusat Kacamata
Lanjutkan perjalanan Anda dengan jalan kaki dan Anda akan menemukan Pusat Kacamata.
PUSAT Kacamata menawarkan berbagai macam kacamata; dari minus dan plus, kacamata hitam untuk menghindari sinar matahari sampai kacamata fashion pun tersedia.

4. Pasar cinderamata
D samping Pusat Kacamata terdapat toko suvenir yang disebut Pasar cinderamata.
Semua jenis souvenir dari Surakarta dapat ditemukan di sini, ini adalah tempat yang bagus untuk berbelanja oleh-oleh untuk kelurga dirumah.

Produk seperti wayang yang terbuat dari kayu dan kardus, yang lebih murah dari wayang kulit banyak ditemukan di pasar ini. Anda juga akan menemukan pedagang yang menjual berbagai jenis keris, yang dapat digunakan sebagai hiasan rumah atau sebagai atribut pernikahan Jawa.

5. Pagelaran Sasonosumewo
Lanjutkan dan masuk ke area Kraton Surakarta, disini Anda akan menemukan tempat yang disebut Pagelaran Sasonosumewo. Tempat ini pada dasarnya adalah sebuah paviliun besar dengan Bangsal Pangrawit di tengah yang digunakan untuk upacara kerajaan pada masa pemerintahan Pakubuwono X.

6. Mesjid Agung Surakarta
Dibangun pada tahun 1768 di bawah perintah Raja Pakubuwono III, ini adalah salah satu masjid tertua di kota ini.

Mesjid Agung Surakarta terawat baik dan berfungsi secara penuh, Mesjid ini memiliki empat saka guru dan 12 saka rawa (pilar tambahan), serta tiga pintu di sisi utara, tiga pintu di sisi selatan dan satu pintu tepat di pusat bangunan. Masjid ini juga memiliki menara setinggi 25 meter yang dibangun oleh Paku Buwono X pada tahun 1929.

7. Taman Buku
Taman Buku menjadi perhentian terakhir sebelum meninggalkan alun-alun utara.
Dipenuhi dengan rak buku baru dan lama, tempat ini adalah surga bagi kolektor buku, disini Anda dapat menemukan koleksi buku-buku kuno Jawa dan bahasa Belanda. Harga bisa saja turun jika Anda pandai berinteraksi dengan penjual. Jangan lupakan senyum ketika Anda menawar buku disni :)
(sumber: JakPost Travel)